Fisika itu apa?
Fisika berasal dari bahasa Yunani yang
berarti “alam”. Fisika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat dan
gejala pada benda-benda di alam. (Sumarno, 2009: 2)
Dalam ilmu
islam fisika disebut sebagai ilmu Ath-tahbi’ah,
yang salah satu maknanya adalah “jejak” atau “tanda”. Fisika adalah ilmu yang secara luas mengkaji
ayat-ayat Allah yang terbentang di alam semesta (ayat-ayat kauniyah). (Ishaq, 2008: 11)
Pembagian fisika secara umum:
A.
Fisika Klasik
sebelum tahun
1900-an meliputi teori, konsep, hukum, dan percobaan, dalam 3 bidang :
1.
Mekanika Klasik => gerak benda pada
kecepatan normal, jauh lebih kecil dari kecepatan cahaya.
2.
Termodinamika => perpindahan panas,
suhu, & kelakuan partikel
3.
Elektro dinamika =>fenomena listrik, magnet, optik, & radiasi
Fisika klasik membuat kita bisa menerangkan
fenomena alam yang kita lihat dan rasakan di sekitar kita, misalnya: terjadinya
angin, panas, pelangi, dsb.
B.
Fisika Modern
muncul pada abad
ke-20 => struktur yang lebih kecil, mengembangkan teori yang berhubungan
dengan fenomena yang tidak bisa diterangkan oleh fisika klasik, contoh: relativitas,
dsb.
Fisika
merupakan ilmu yang memahami segala sesuatu tentang gejala alam melalui
pengamatan (observasi) atau percobaan (eksperimen) dan memperoleh kebenarannya
secara empiris melalui panca indra. Para ilmuwan (fisikawan) sejak dulu telah
melakukan pengamatan atau percobaan yang didalamnya melibatkan kegiatan
pengukuran (measurement) dengan bantuan
alat-alat ukur.
2
hal yang perlu diperhatikan dalam pengukuran:
1. Presisi (ketelitian) => derajat
kepastian
2. Akurasi (ketepatan) => seberapa
tepat. Keakurasian alat harus dicek dengan kalibrasi (membandingkan alat ukur
dengan alat ukur yang telah distandarisasi).
Dalam setiap pengukuran selalu ada
ketidakpastian. Ada 3 sumber utama ketidakpastian:
1.
Ketidakpastian
sistematik
Ketidakpastian
ini berasal dari alat ukur yang digunakan atau kondisi yang menyertai saat
pengukuran. Diantaranya yaitu:
a. Ketidakpastian alat => karena
kalibrasi skala yang tidak tepat.
b. Kesalahan nol => angka nol yang
kurang tepat
c. Waktu respon yang tidak tepat =>
pengambilan data yang tidak bersamaan saat munculnya data.
d. Kondisi yang tidak sesuai =>
misalnya suhu, dll.
2. Ketidakpastian Random (Acak)
Umumnya
bersumber dari gejala alam yang tidak mungkin dikendalikan secara pasti atau
tidak dapat diatasi dengan tuntas. Misalnya yaitu:
a. Fluktuasi pada besaran listrik.
b. Getaran landasan, untuk alat yang
sangat peka (misal: seismograf).
c. Radiasi latar belakang.
d. Gerak acak molekul udara (gerak
Brown), bisa mengganggu alat ukur yang halus.
3. Ketidakpastian Pengamat
Kekurang
terampilan pengamat, misalnya: metode pembacaan skala yang tidak tegak lurus
(paralaks).
Melaporkan
Hasil Pengukuran
Dengan
X adalah hasil pengukuran,
Xo adalah ketidakpastiannya
Sesuatu yang dapat
diukur disebut besaran.
- Besaran
Besaran adalah sesuatu yang dapat
diukur dan dinyatakan dalam nilai satuan-satuan tertentu. Besaran mempunyai dua komponen utama,
yaitu nilai dan satuan. Dalam ilmu fisika,
perlu diingat bahwa tidak semua besaran fisika mempunyai
satuan, sebagai contoh indeks bias dan massa jenis
relatif.
Macam-macam besaran:
1.
Besaran
Pokok
Yaitu
besaran yang berdiri sendiri dan tidak diturunkan dari besaran lain.
Ada 7
besaran pokok: panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus, intensitas cahaya, dan
jumlah zat.
2. Besaran Turunan
Yaitu
besaran besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Contoh: luas, volume, massa
jenis zat, tekanan, dsb.
Selain
dua kelompok diatas besarn juga dibagi kedalam:
1.
Besaran
Vektor => memiliki nilai dan arah.
Contoh:
perindahan, kecepatan, gaya, dsb.
2. Besaran Skalar +> memiliki nilai
saja.
Contoh: Usaha,
jarak, kelajuan, dsb.
Besaran dinyatakan dalam satuan.
- Satuan
Satuan adalah sesuatu yang digunakan
untuk menyatakan ukuran besaran. Contoh: kg,
m, gram, volt, dsb.
Jenis-jenis satuan:
1.
Satuan
Baku dan Satuan Tidak Baku
a. Satuan Baku (Sistem Internasional/SI
atau Sistem Metrik)
Yaitu
satuan yang dapat digunakan di seluruh dunia dan nilainya selalu sama. Contoh:
m (satuan panjang), kg (satuan massa), s (satuan waktu), dsb.
b. Satuan Tidak Baku
Yaitu
tidak ditetapkan sebagai satuan ilmiah. Contoh: jengkal (panjang).
2.
Satuan
MKS dan CGS
MKS
=> meter, kilogram, sekon
CGS
=> centimeter, gram, sekon
3.
Satuan
Inggris (FPS)
FPS =>
Foot (ft), pound (lb), second(s)
“Dia telah menciptakan segala sesuatu dan
Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (QS. Al-Furqan: 2)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar