Selasa, 17 Juni 2025

AKSI NYATA : PERAN GURU SEBAGAI TELADAN

 

PERTANYAAN REFLEKSI

Setelah mengetahui dan memahami konsep SEL, Anda selanjutnya diminta menjawab pertanyaan berikut :

a.      Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari konsep SEL?

Jawab:

Saya mendapatkan pemahaman tentang komponen-komponen pada pembelajaran sosial emosional dan mengajarkannya dengan rinci dan aplikatif, terutama pembelajaran sosial emosional berbasis Emphaty, Mindfullness, Compassion and Critical Inquiry (EMC2).

 

b.      Apa saja tantangan/hambatan dalam menerapkan pembelajaran sosial emosional?

Jawab:

Tantangan bagi saya dalam menerapkan pembelajaran sosial emosional yaitu ketika mengintegrasikan komponen yang diharapkan dapat muncul dengan langkah atau tahapan dalam metode pembelajaran yang saya pilih. Selain itu, karena setiap diri peserta didik unik dengan sosial emosional yang beragam maka diperlukan langkah awal untuk dapat mengidentifikasi terlebih dahulu bagaimana kecerdasan sosial emosional peserta didik dan dibutuhkan data atau kerjasama dari guru BK atau guru lain untuk memperoleh data yang menunjang.

 

c.    Buatlah program untuk Anda sendiri sebagai guru, apa saja yang perlu Anda persiapkan untuk mengajar? Apa kelebihan dan kekurangan Anda terkait masalah emosi? Bagaimana Anda akan mengembangkan kemampuan sosial emosional Anda.

Jawab :

Program untuk diri saya sebagai guru yaitu check feeling dan menulis jurnal refleksi. Check feeling yaitu memastikan diri saya berada dalam kondisi yang sehat secara jasmani dan rohani, mempersiapkan mental dan kesadaran yang penuh untuk dapat mendidik peserta didik dengan sepenuh hati sehingga pembelajaran yang saya ampu mampu untuk mencerdaskan sosial emosional peserta didik bukan hanya mencerdaskan secara kognitif. Jurnal refleksi berisi muhasabah diri terkait hal-hal yang sudah dilakukan di hari ini selama proses pembelajaran untuk diambil hikmah dan mengevaluasi perkembangan kecerdasan sosial emosional diri saya sebagai guru.

Kelebihan saya terkait masalah adalah saya tidak mudah terbawa emosi dalam menghadapi peserta didik yang memiliki perilaku unik dan saya menjadikan hal tersebut sebagai motivasi dan tantangan untuk dapat membimbing peserta didik tersebut agar lebih baik. Kekurangan saya terkait emosi terkadang ketika saya ingin memberikan pengarahan atau teguran kepada murid karena melakukan kesalahan berulang dan mengganggu kenyamanan iklim kelas, kadang penyampaian saya yang ingin tegas namun kadang terkalahkan dengan perasaan sedih atau kecewa saya sehigga kadang teguran tersebut kurang efektif dan kurang berpower.

Saya akan mengembangkan kecerdasan sosial emosional saya dengan lebih memperkaya wawasan pengetahuan tentang kecerdasan sosial emosional dari berbagai referensi atau pelatihan, mendiskusikan permasalahan kecerdasan sosial emosional dengan rekan sejawat, dan senantiasa melakukan refleksi diri.








Senin, 16 Juni 2025

AKSI NYATA MODUL 3 : Makna, Urgensi, dan Strategi Internalisasi Pendidikan Nilai dalam Kerangka Pendidikan Nasional


Nama                  : Vita Oktaviani, M.Pd.

NIM/No.UKG      : 201800340101

LPTK                   : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa





Sabtu, 14 Juni 2025

AKSI NYATA MODUL 1 : Merancang Pembelajaran Berdiferensiasi

 

Nama                  : Vita Oktaviani, M.Pd.

NIM/No.UKG        : 201800340101

LPTK                   : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa


AKSI  NYATA  : Merancang Pembelajaran Berdiferensiasi

1. Ide apa yang Bapak/Ibu Guru dapatkan setelah belajar topik ini?

Saya memperoleh ide untuk dapat menyajikan pembelajaran fisika dengan menyeleraskan kebutuhan peserta didik dengan tujuan pembelajaran. Diawali dengan terlebih dahulu memberikan tes diagnostik gaya belajar murid dan melihat hasil perkembangan belajar murid sebelumnya (melalui raport dan juga bertanya kepada guru fisika sebelumnya). Setelah mendapatkan data tersebut, saya dapat membuat diferensiasi pada proses, produk akhir dan konten dalam pembelajaran yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

 

2. Menurut Bapak/Ibu Guru, pembelajaran berdifirensiasi seperti apa yang relevan untuk dikembangkan sekolah Bapak/Ibu Guru? Kembangkan rencana pembelajaran (RPP/Modul Ajar) yang berorientasi pembelajaran berdiferensiasi:

     RPP :