Tulisan ini melanjutkan dari tulisan sebelumnya tentang harmonisasi sains
dan agama, dimana salah satu caranya yaitu dengan menjelaskan tentang ilmuwan
muslim beserta teori-teorinya. Berikut ini dua tokoh ilmuwan muslim yang
mungkin belum banyak diketahui bahwa merekalah pelopor ilmu-ilmu sains, yaitu
Ibnu Haitam dalam bidang optik dan Al-Jazari dalam bidang mesin. (sumber dari catatan kecil kuliah filsafat sains, dan searching google)
A. Ibnu Haitham (Lahir pada
965-1039 M)
Teori optik pertama dijelaskan oleh Ibnu Haitham dalam kitab Al- Manazir.
Diantaranya menjelaskan mekanisme penglihatan pada manusia: beliau mematahkan
teori penglihatan yang diajukan dua ilmuwan Yunani, Ptolemy dan Euclid.
Ptolemy & Euclid menyatakan bahwa manusia bisa melihat karena ada
cahaya yang keluar dari mata yang mengenai objek. Berbeda dengan keduanya, Ibnu
Haitham mengoreksi teori ini dengan menyatakan bahwa justru objek yang
dilihatlah yang mengeluarkan cahaya yang kemudian ditangkap mata sehingga bisa
terlihat.
Pada tahun 1572 M, Al-Manadhir diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan
judul Opiticae Thesaurus. Dalam buku ini menjelaskan detail bagian dan fungsi
mata. Bab III volume pertama mengupas ide-ide tentang cahaya. Ibnu
Haitham meyakini bahwa sinar cahaya yang keluar dari garis lurus dari setiap
titik di permukaan yang bercahaya. Beliau membuat percobaan sederhana yang
sangat teliti tentang lintasan cahaya melalui berbagai media dan menemukan
teori tentang pembiasan cahaya. Beliau jugalah yang melakukan eksperimen
pertama tentang penyebaran cahaya terhadap berbagai warna.
Ibnu Haitham menginspirasi/mengilhami Boger, Bacon, Keppler yang
menciptakan mikroskop dan teleskop.
Karya yang paling fenomental bersama muridnya, Kamaluddin: pertama kali
meneliti dan merekam fenomena kamera Obsecura. Inilah yang mendasari kinerja
kamera saat ini. “Ruang Gelap” => berupa kertas kardus dengan lubang kecil
untuk masuknya cahaya.
B. Al-Jazari (1136-1206 M)
Abad ke 12
Al-Jazari
mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian dikenal
dengan mesin robot. Beliau menulis kitab Fi Ma’rifat al-Hiyal al-Handasiyya
(buku pengetehuan ilmu mekanik) tahun 1206 M, yang didalamnya terdapat instruksi
merancang, merakit, dan membuat mesin.
Pada
tahun 1206 M, Al-Jazari membuat jam gajah yang berkerja dengan tenaga air dan
tenaga air dan berat benda untuk menggerakkan secara otomatis didtem mekanis
yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau.
Prinsip humanoid automation inilah yang mengilhami pengembangan robot masa
sekarang.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar