Selasa, 08 November 2016

Pioneer in Optics & the Real Father of Engineering

Tulisan ini melanjutkan dari tulisan sebelumnya tentang harmonisasi sains dan agama, dimana salah satu caranya yaitu dengan menjelaskan tentang ilmuwan muslim beserta teori-teorinya. Berikut ini dua tokoh ilmuwan muslim yang mungkin belum banyak diketahui bahwa merekalah pelopor ilmu-ilmu sains, yaitu Ibnu Haitam dalam bidang optik dan Al-Jazari dalam bidang mesin. (sumber dari catatan kecil kuliah filsafat sains, dan searching google)


A.      Ibnu Haitham (Lahir pada 965-1039 M)
           Teori optik pertama dijelaskan oleh Ibnu Haitham dalam kitab Al-   Manazir. Diantaranya menjelaskan mekanisme penglihatan pada manusia: beliau mematahkan teori penglihatan yang diajukan dua ilmuwan Yunani, Ptolemy dan Euclid.
Ptolemy & Euclid menyatakan bahwa manusia bisa melihat karena ada cahaya yang keluar dari mata yang mengenai objek. Berbeda dengan keduanya, Ibnu Haitham mengoreksi teori ini dengan menyatakan bahwa justru objek yang dilihatlah yang mengeluarkan cahaya yang kemudian ditangkap mata sehingga bisa terlihat.
Pada tahun 1572 M, Al-Manadhir diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan judul Opiticae Thesaurus. Dalam buku ini menjelaskan detail bagian dan fungsi mata.  Bab III volume pertama mengupas ide-ide tentang cahaya. Ibnu Haitham meyakini bahwa sinar cahaya yang keluar dari garis lurus dari setiap titik di permukaan yang bercahaya. Beliau membuat percobaan sederhana yang sangat teliti tentang lintasan cahaya melalui berbagai media dan menemukan teori tentang pembiasan cahaya. Beliau jugalah yang melakukan eksperimen pertama tentang penyebaran cahaya terhadap berbagai warna.
Ibnu Haitham menginspirasi/mengilhami Boger, Bacon, Keppler yang menciptakan mikroskop dan teleskop.
Karya yang paling fenomental bersama muridnya, Kamaluddin: pertama kali meneliti dan merekam fenomena kamera Obsecura. Inilah yang mendasari kinerja kamera saat ini. “Ruang Gelap” => berupa kertas kardus dengan lubang kecil untuk masuknya cahaya.


B.      Al-Jazari (1136-1206 M) Abad ke 12

                                

           Al-Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian dikenal dengan mesin robot. Beliau menulis kitab Fi Ma’rifat al-Hiyal al-Handasiyya (buku pengetehuan ilmu mekanik) tahun 1206 M, yang didalamnya terdapat instruksi merancang, merakit, dan membuat mesin.
                Pada tahun 1206 M, Al-Jazari membuat jam gajah yang berkerja dengan tenaga air dan tenaga air dan berat benda untuk menggerakkan secara otomatis didtem mekanis yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Prinsip humanoid automation inilah yang mengilhami pengembangan robot masa sekarang. 


                                   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar