Senin, 17 Oktober 2016

teruntuk sahabat matahari ku




Terimakasih banyak sahabatku, atas segala kebaikanmu. Kau tahu dulu kau adalah matahari bagiku. Kau bagaikan penyengat setiap hariku. Tetapi kini aku menyadari hal yang amat berarti. Bahwa aku bintang kecil yang hadir dan bisa bersinar hanya di malam hari. Malam adalah saat kamu tidak ada. Matahari dan bintang tidak akan pernah bertemu. Karena bila bertemu berarti dunia ini akan berkahir. Pernah pula aku menganggapmu sebagai langitku. Yang telah melindungiku meski bagaiamanapun sikapmu kepadaku. Tetapi kini aku menyadari hal yang berarti, bahwa langit dan bumi itu amat jauh. Tidak untuk menjadi dekat. Biarlah aku tetap di bumi dan kau di langit. Biarlah kau tetap menjadi mentari yang sinarnya banyak bermanfaat dan maksimal di siang hari dan aku menjadi bintang kecil yang akan membuat indah gelapnya malam. 


Mulai sekarang aku menyadari bahwa kita tidak akan dapat bersama. Bilapun hatimu telah terpaut karena ulahku, aku mohon maafkan kealpaanku dalam menjaga diri dan menjaga hati, juga menjaga perkataan dan perbuatan. Sempat aku berkata padamu, sama ratakanlah saja aku dengan teman-teman yang lain, sedang nanti itu adalah tugasmu, akan menjemputku dengan berbagai hati yang telah bersabar dan bersiap, atau menghilangkan perasaanmu. Maafkan aku, kini kumohon dengan sangat, hapuslah saja aku sepenuhnya dari hatimu, bila perlu dengan sesakit-sakitnya pada ku tidak mengapa. Karena aku sungguh tidak mampu lagi untuk berjalan beriringan denganmu.  Bukan karena kekuranganmu, apapun negatif tentangmu, bukan. Aku ingin mundur dan pergi dan diganti saja karena aku menyadari hal yang berarti, bahwa hatiku tidak cukup kuat lagi memahamimu, memahami caramu berkalimat, memahami caramu berpikir. Aku bukan yang terbaik untukmu. Aku putuskan untuk tidak lagi menjadi warna di dalam hari-harimu. Sebagai apapun itu, aku akan berdo’a semoga Allah selalu melindungimu, dan menuntunmu menjemput belahan hati dan jiwamu yang terbaik menurut-Nya, aamiin..



Semoga pula tidak sampai pada masa dimana engkau tersakiti oleh ku. Semoga bila kelak aku bertemu dengan imamku, tidak ada setitikpun sakit yang tergores pada hatimu karena pada saat itu kau telah bertemu pula dengan calon istrimu. Semua hal yang menyangkut tentang ku yang pernah begitu mengusik ketenangan hidupmu semoga dihapuskan Allah , dan Allah menggantinya dengan limpahan kebahagiaan dan keberkahan pada hidupmu, aamiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar