Terimakasih banyak sahabatku, atas segala kebaikanmu. Kau
tahu dulu kau adalah matahari bagiku. Kau bagaikan penyengat setiap hariku.
Tetapi kini aku menyadari hal yang amat berarti. Bahwa aku bintang kecil yang
hadir dan bisa bersinar hanya di malam hari. Malam adalah saat kamu tidak ada.
Matahari dan bintang tidak akan pernah bertemu. Karena bila bertemu berarti
dunia ini akan berkahir. Pernah pula aku menganggapmu sebagai langitku. Yang telah
melindungiku meski bagaiamanapun sikapmu kepadaku. Tetapi kini aku menyadari hal
yang berarti, bahwa langit dan bumi itu amat jauh. Tidak untuk menjadi dekat.
Biarlah aku tetap di bumi dan kau di langit. Biarlah kau tetap menjadi mentari
yang sinarnya banyak bermanfaat dan maksimal di siang hari dan aku menjadi
bintang kecil yang akan membuat indah gelapnya malam.
Mulai sekarang aku menyadari
bahwa kita tidak akan dapat bersama. Bilapun hatimu telah terpaut karena
ulahku, aku mohon maafkan kealpaanku dalam menjaga diri dan menjaga hati, juga
menjaga perkataan dan perbuatan. Sempat aku berkata padamu, sama ratakanlah
saja aku dengan teman-teman yang lain, sedang nanti itu adalah tugasmu, akan
menjemputku dengan berbagai hati yang telah bersabar dan bersiap, atau
menghilangkan perasaanmu. Maafkan aku, kini kumohon dengan sangat, hapuslah
saja aku sepenuhnya dari hatimu, bila perlu dengan sesakit-sakitnya pada ku
tidak mengapa. Karena aku sungguh tidak mampu lagi untuk berjalan beriringan
denganmu. Bukan karena kekuranganmu,
apapun negatif tentangmu, bukan. Aku ingin mundur dan pergi dan diganti saja
karena aku menyadari hal yang berarti, bahwa hatiku tidak cukup kuat lagi
memahamimu, memahami caramu berkalimat, memahami caramu berpikir. Aku bukan
yang terbaik untukmu. Aku putuskan untuk tidak lagi menjadi warna di dalam
hari-harimu. Sebagai apapun itu, aku akan berdo’a semoga Allah selalu melindungimu,
dan menuntunmu menjemput belahan hati dan jiwamu yang terbaik menurut-Nya,
aamiin..
Semoga pula tidak sampai pada masa dimana engkau tersakiti
oleh ku. Semoga bila kelak aku bertemu dengan imamku, tidak ada setitikpun
sakit yang tergores pada hatimu karena pada saat itu kau telah bertemu pula
dengan calon istrimu. Semua hal yang menyangkut tentang ku yang pernah begitu
mengusik ketenangan hidupmu semoga dihapuskan Allah , dan Allah menggantinya
dengan limpahan kebahagiaan dan keberkahan pada hidupmu, aamiin...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar