Kamis, 27 Oktober 2016

Menulis? Mengenal Tiga Varian KTI (Jurnal ilmiah, Prosiding, Paper Conference)

 




“Nun, Demi pena dan apa yang mereka tuliskan.” (QS. Al-Qalam: 1)

Pena. ya pena. Pena untuk menulis. 
Allah memerintahkan kepada kita untuk menulis, disamping membaca. 

Ada pepatah mengatakan: 
“Jika kamu ingin mengenal dunia, maka membacalah. Jika kamu ingin dikenal dunia maka menulislah.”

Lalu menulis apa saja? Bisa apa saja. Mulai dari yang sederhana, buku harian misalnya. Dari kata-kata itu akan lebih mampu mengurai makna dari peristiwa yang kita alami atau bahkan dari hal-hal kecil sekalipun.

Kesempatan ini, saya akan sedikit memaparkan tentag menulis ilmiah, yang dikenal  dengan karya tulis ilmiah (KTI). Sebagai akademisi, baik siswa, mahasiswa, guru, dosen atau peneliti, sebaiknya dapat menuangkan isi pikiran dan atau hasil penelitiannya dalam bentuk karya tulis ilmiah. Bukan hanya karena tuntutan lomba atau kenaikan pangkat, tetapi ternyata banyak sekali fungsi lainnya lhoo.


                                 



Disini saya akan membahas tiga jenis KTI yaitu jurnal ilmiah, prosiding, dan paper conference.
a.  Jurnal Ilmiah
Menurut Wikipedia jurnal ilmiah merupakan salah satu jenis jurnal akademik di mana penulis (umumnya peneliti) mempublikasikan artikel ilmiah yang biasanya memberikan kontribusi terhadap teori atau penerarapan ilmu.
Jurnal ilmiah adalah sebuah kumpulan dari jurnal hasil penelitian. Bentuknya biasanya kurang lebih mirip majalah, namun dengan format berisi kumpulan rangkuman karya ilmiah yang dibuat masing-masing peneliti. Ia terbit dala.m setiap jangka waktu tertentu (bisa bulanan, bisa dwi bulanan, atau bahkan tahunan). Diterbitkan oleh lembaga publikasi ilmiah, baik berupa kampus, perusahaan, ataupun media lainnya.
Terdapat berbagai jurnal ilmiah yang mencakup semua bidang ilmu, juga ilmu sosial dan humaniora. Penerbitan dalam bentuk artikel ilmiah biasanya lebih penting untuk bidang ilmu pengetahuan alam maupun kedokteran dibandingkan dengan bidang akademik lain.
Salah satu ciri utama dari Jurnal Ilmiah adalah adanya peer review dari seseorang atau sekelompok orang ahli. Peer review itu adalah hasil karya kita akan di review, untuk menilai seberapa valid dan layak karya tulisan terbit di jurnal tersebut. Diterima / ditolak, dlsb. Proses peer review kurang lebih akan seperti proses bimbingan skripsi / thesis dimana kita diminta untuk melakukan perbaikan ini dan itu.
Tujuan Penulisan Jurnal Ilmiah
-   Menjadi acuan untuk penelitian selanjutnya, bekerja sama, atau untuk menghindari kesamaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti lain.
-          suatu upaya untuk memasyarakatkan IPTEK. 
Tips Lolos Jurnal Ilmiah
diantaranya yaitu memenuhi aturan yang diberikan, seperti lingkup ilmu, panduan pengetikan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas.

b.     Prosiding

Prosiding memiliki banyak kemiripan dengan jurnal ilmiah. Perbedaan mendasar yaitu biasanya  prosiding adalah hasil dari konferensi ilmiah.  Tidak seperti jurnal yang merupakan khusus untuk publikasi ilmiah. Ibaratkan jurnal itu majalah, maka prosiding ibarat ada seminar, lalu makalah-makalah seminar itu dikumpulkan dan diterbitkan.
Standar sebuah prosiding tidak seketat pada jurnal ilmiah, bahkan ada pula prosiding yang tidak mengalami peer review. Penerbit prosiding umumnya dapat mengetahui apakah prosiding yang ingin ia submit mengalami proses peer reviewe atau tidak. Hal ini membuat tingkat ke-ilmiahan prosiding sedikit lebih dibandingkan dengan jurnal ilmiah.

c.      Paper Conference

Pembeda utama paper conference dengan jurnal ilmiah yang bisa sangat panjang (rata-rata jurnal minimal 6 halaman, sedangkan paper conference 2-5 halaman).
Ciri utama dengan Jurnal Ilmiah adalah selain dipublikasikan dalam bentuk jurnal, Paper Conference juga diseminarkan dalam sebuah forum conference ilmiah. Selain presentasi, materi peneliti akan dipublikasikan dikumpulannya, menjadi sebuah Paper Conference. Dalam paper conference, menyesuaikan conference yang diadakan, terkadang ada yang terdapat peer review, namun kadang pula ada yang tidak.


            Demikianlah pembahasan tentang tiga jenis KTI, semoga ada sedikit gugahan semangat untuk mulai belajar menulis, terutama menulis karya tulis ilmiah. Oh iya, sekedar tips agar kita ada gambaran tentang bagaimana itu jurnal ilmiah, prosiding, atau paper conference, cobalah dahulu untuk menjadi peserta pendengar di kegiatan seminar paper atau lainnya. Insya Allah akan lebih membuat kita yakin untuk meneliti dan menulis. Ajak pula rekan-rekan kita untuk melakukan penelitian, terutama mintalah bimbingan kepada yang lebih ahli dan pengalaman dari kita, yaitu guru, dosen, atau peneliti lainnya.

Semangat literasi, semangat meneliti.
Semangat menebar ilmu dan manfaat. :D


Referensi:
Jurnal ilmiah. (2016, Juni 29). Di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas. Diakses pada 03:50, Juni 29, 2016, dari https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jurnal_ilmiah&oldid=11699128













Tidak ada komentar:

Posting Komentar