
“Nun, Demi pena dan apa yang mereka tuliskan.” (QS. Al-Qalam:
1)
Pena. ya pena. Pena untuk menulis.
Allah memerintahkan kepada kita untuk menulis, disamping membaca.
Ada pepatah mengatakan:
“Jika kamu ingin mengenal dunia, maka membacalah. Jika kamu ingin dikenal dunia
maka menulislah.”
Lalu menulis apa saja? Bisa apa saja. Mulai dari yang
sederhana, buku harian misalnya. Dari kata-kata itu akan lebih mampu mengurai
makna dari peristiwa yang kita alami atau bahkan dari hal-hal kecil sekalipun.
Kesempatan ini, saya akan sedikit memaparkan tentag menulis ilmiah, yang
dikenal dengan karya tulis ilmiah (KTI).
Sebagai akademisi, baik siswa, mahasiswa, guru, dosen atau peneliti, sebaiknya
dapat menuangkan isi pikiran dan atau hasil penelitiannya dalam bentuk karya
tulis ilmiah. Bukan hanya karena tuntutan lomba atau kenaikan pangkat, tetapi
ternyata banyak sekali fungsi lainnya lhoo.

Disini saya akan membahas tiga jenis KTI yaitu jurnal
ilmiah, prosiding, dan paper conference.
a. Jurnal Ilmiah
Menurut
Wikipedia jurnal ilmiah merupakan
salah satu jenis jurnal akademik di mana penulis (umumnya peneliti)
mempublikasikan artikel ilmiah yang biasanya memberikan kontribusi terhadap
teori atau penerarapan ilmu.
Jurnal ilmiah adalah sebuah kumpulan dari jurnal
hasil penelitian. Bentuknya biasanya kurang lebih mirip majalah, namun dengan
format berisi kumpulan rangkuman karya ilmiah yang dibuat masing-masing
peneliti. Ia terbit dala.m setiap jangka waktu tertentu (bisa bulanan, bisa dwi
bulanan, atau bahkan tahunan). Diterbitkan oleh lembaga publikasi ilmiah, baik
berupa kampus, perusahaan, ataupun media lainnya.
Terdapat berbagai jurnal ilmiah yang mencakup semua
bidang ilmu, juga ilmu sosial dan humaniora. Penerbitan dalam bentuk
artikel ilmiah biasanya lebih penting untuk bidang ilmu pengetahuan alam maupun kedokteran dibandingkan dengan
bidang akademik lain.
Salah satu ciri utama dari Jurnal Ilmiah adalah adanya
peer review dari seseorang
atau sekelompok orang ahli. Peer review itu adalah hasil karya kita akan di
review, untuk menilai seberapa valid dan layak karya tulisan terbit di jurnal
tersebut. Diterima / ditolak, dlsb. Proses peer review kurang lebih akan
seperti proses bimbingan skripsi / thesis dimana kita diminta untuk melakukan
perbaikan ini dan itu.
Tujuan Penulisan Jurnal Ilmiah
- Menjadi acuan
untuk penelitian selanjutnya, bekerja sama, atau untuk menghindari kesamaan
penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti lain.
-
suatu upaya untuk
memasyarakatkan IPTEK.
Tips
Lolos Jurnal Ilmiah
diantaranya yaitu memenuhi aturan yang diberikan, seperti lingkup
ilmu, panduan pengetikan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas.
b.
Prosiding
Prosiding
memiliki banyak kemiripan dengan jurnal ilmiah. Perbedaan mendasar yaitu biasanya prosiding
adalah hasil dari konferensi ilmiah. Tidak seperti jurnal yang
merupakan khusus untuk publikasi ilmiah. Ibaratkan jurnal itu majalah, maka
prosiding ibarat ada seminar, lalu makalah-makalah seminar itu dikumpulkan dan
diterbitkan.
Standar
sebuah prosiding tidak seketat pada jurnal ilmiah, bahkan ada pula prosiding
yang tidak mengalami peer review. Penerbit
prosiding umumnya dapat mengetahui apakah prosiding yang ingin ia submit
mengalami proses peer reviewe atau tidak. Hal ini membuat tingkat ke-ilmiahan
prosiding sedikit lebih dibandingkan dengan jurnal ilmiah.
c.
Paper Conference
Pembeda utama paper conference dengan jurnal
ilmiah yang bisa sangat panjang (rata-rata jurnal minimal 6 halaman, sedangkan
paper conference 2-5 halaman).
Ciri utama dengan Jurnal Ilmiah adalah selain
dipublikasikan dalam bentuk jurnal, Paper Conference juga diseminarkan dalam
sebuah forum conference ilmiah. Selain presentasi, materi peneliti akan
dipublikasikan dikumpulannya, menjadi sebuah Paper Conference. Dalam paper
conference, menyesuaikan conference yang diadakan, terkadang ada yang terdapat
peer review, namun kadang pula ada yang tidak.
Demikianlah pembahasan tentang tiga
jenis KTI, semoga ada sedikit gugahan semangat untuk mulai belajar menulis,
terutama menulis karya tulis ilmiah. Oh iya, sekedar tips agar kita ada
gambaran tentang bagaimana itu jurnal ilmiah, prosiding, atau paper conference,
cobalah dahulu untuk menjadi peserta pendengar di kegiatan seminar paper atau
lainnya. Insya Allah akan lebih membuat kita yakin untuk meneliti dan menulis.
Ajak pula rekan-rekan kita untuk melakukan penelitian, terutama mintalah
bimbingan kepada yang lebih ahli dan pengalaman dari kita, yaitu guru, dosen,
atau peneliti lainnya.
Semangat
literasi, semangat meneliti.
Semangat
menebar ilmu dan manfaat. :D
Referensi:
Jurnal ilmiah. (2016, Juni 29). Di Wikipedia, Ensiklopedia Bebas.
Diakses pada 03:50, Juni 29, 2016, dari https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jurnal_ilmiah&oldid=11699128



Tidak ada komentar:
Posting Komentar