- Hakikat Fisika:
“Physics, like any other sciences, involves the active of pursuit of
knowledge and it contains many elements besides its basic concept.” (Beiser,
1962: V)
“Fisika merupakan ilmu yang lahir dan dikembangkan melalui
langkah-langkah observasi, perumusan masalah, pengujian hipotesis lewat
eksperimen, pengajuan kesimpulan, dan pengujian teori/konsep.” (Kairo, 1993:
71)
Fisika
merupakan bagian dari sains yang memungkinkan manusia memperoleh kebenaran
ilmiah dari fenomena-fenomena alam sehingga memudahkan menggambarkan dan
mengatur alam.
Fisika
merupakan mata pelajaran yang berfungsi mengembangkan semua aspek belajar yang
dimiliki peserta didik (afektif, kognitif. Psikomotorik) sehingga mempunyai
sikap percaya diri untuk bekal hidup di masyarakat.
- Definisi IPA (Sains)
Berasal dari kata Sciecetia (Bahasa Latin) yang artinya
pengetahuan.
IPA (Sains)
=> ilmu ynag mempelajari tentang pengungkapan rahasia dan gejala alam
semesta dengan segala isinya termasuk proses, mekanisme, sifat, maupun
peristiwa yang terjadi.
Sains menjawab pertanyaan : - Sains & Kreativitas
Sains adalah suatu aktivitas
kreatif yang dalam banyak hal menyerupai aktivitas kreatif pemikiran manusia.
(Giancoli, 2001: 2)
A.
Sains sebagai Proses
Sains sebagai proses yaitu pengembangan ilmu melalui
riset atau melalui metode ilmiah.
The saintific method :
1.
Identify and state the problem
2.
Gather observations, fact, and data
3.
Formulate hypothesis
4.
Make predictions
5.
Test predicitions by experiments, if fail test
completely or partially => revise hypothesis or theory (back to 4.)
6.
Pass all test
7.
Accept hypothesis or theory conditionally; set
additional test & data.
B.
Sains sebagai Produk
Sains sebagai produk meliputi:
1.
Fakta => sesuatu yang dapat diamati secara
langsung dan tidak langsung
#Contoh: Matahari terbit dari timur.
2.
Konsep => hasil pikir manusia
#Contoh: konsep percepatan
3.
Model => analago untuk memberikan gambaran
atau pendekatan
#Contoh: model gelombang cahaya (kita dapat melihat gelombang cahaya pada
gelombang air karena sifat-sifat gelombang air mirip dengan gelombang cahaya).
4.
Teori => lebih luas dan mendetail, dapat
diuji dengan ketepatan tinggi
#Contoh: Teori Atom
5.
Hukum => pernyataan yang singkat tetapi bersifat
umum dna validitas teruji secara luas
#Contoh: Hukum I Newton
6.
Prinsip => cakupannya terbatas atau kurang
umum.
#Contoh: Prinsip Archimedes
C.
Sains sebagai Sikap Ilmiah (Scientific
Attitudes)
1.
Curiosity (Rasa ingin tahu)
2.
Open-mindedness (terbuka) : menerima kritik
& saran, share ideas, menyaring beberapa kemungkinan ketika melakukan
investigasi.
3.
Questioning Attitudes (Bertanya) : makes
decisions challenger the validity of unsupported statements.
4.
Respect for Evidence : cheks consistancy of
observations, considers and evaluates ideas, presented by others, and consult
avaible data before drawing a conclusion.
5.
Believing in cause-and-effect Relationship : a
scientist belives that for every effect there is a corresponding cause and
effect a statement as fact only if supported by evidence.
6.
Honesty
7.
Humility
8.
Patience and Determination
9.
Resourcefulness and Creativity
10.
Intellectual Responsibility
Isyarat pentingnya pendidikan Sains dalam al-Qur’an:
ü
QS. Al-‘Alaq : 1
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu
Yang menciptakan”
ü
QS. Ali-Imran: 190-191
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih
bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,”
“(yaitu) orang-orang yang
mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan
mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya
Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau,
maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
- Physics is Basic Science
“Everything you see,
hear, or fell has links with physics.”
tambahan cek di : http://areakreativitas.blogspot.co.id/2011/07/delapan-desember-2010.html












Tidak ada komentar:
Posting Komentar