Sabtu, 02 Juni 2018

Baik


18 Ramadhan 1439 H

Bismillah....
Tentang baik, bukan sekedar banyak...


ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُورُ ٢
2. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun

Pada ayat Al-Qur’an di atas, Allah menyatakan kata “yang lebih baik amalnya”. Kenapa ya baik yang digunakan, bukan banyak? Baik merupakan kata yang menyatakan kualitas, bukan kuantitas. Dalam hal ini, yang ditekankan adalah cara. Cara yang baik. Amal yang baik. Walaupun bisa juga baik itu karena banyak.

Marilah kita coba memahami salah satu ayat di atas dari hal sederhana yang sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Alhamdulillah, bulan Juni ini merupakan diantara bulan yang baru saja terlibur dari berbagai ujian, untuk siswa-siswa sekolah dan begitu pula mahasiswa. Walaupun untukku sendiri, masih ada ujian yang belum selesai karena takehome, hehe.. Baik kita lanjutkan, kenapa membahas ujian? Karena disini kita akan menemui kata baik dan banyak.

Ketika ujian tentunya hasil merupakan suatu yang diharapkan akan bernilai baik dengan nilai yang banyak (besar). Setiap orang yang melakukan ujian tentu ingin lulus dari ujian tersebut dengan hasil yang baik. Maka setiap orang yang ujian akan melakukan usaha dan do’a yang seharusnya “terbaik” yang bisa dilakukannya. Namun, ada masanya setiap orang itu diuji sebelum ujian itu sendiri, yaitu dengan berbagai kegiatan lain atau ganggguan lain, atau mungkin alasan dari dalam diri sendiri yang membuat ia tidak mampu belajar dan berdo’a secara optimal. Maka pada pelaksanaanya, berbuat kecurangan adalah pilihan terdesaknya. Bahkan ada juga kasus bahwa ia sudah belajar dan berdo’a yang terbaiknya, tetapi pada saat pelaksanaannya ia menemui sedikit keraguan, dan ia tidak sungkan untuk saling berdiskusi dengan temannya. Walau hanya sedikit. Nampaknya kecurangan ini sudah dianggap hal yang ladzim bagi sebagian orang. Astagfirullah... Bahkan hampir semua tingkatan pendidikan, terdapat kecurangan di dalamnya. Lantas bagaimana esensi dari ujian itu sendiri? Apanya yang akan teruji? Betapa hal ini tampak sederhana tetapi sangat mendasar. Bayangkan berapa banyak orang yang tadinya berusaha dan berdo’a dengan jujur dan terbaik, tiba-tiba terpatah hatikan ketika banyak yang melakukan kecurangan? Parahnya dan bahayanya, ia ikut tergoda untuk melakukan kecurangan itu juga karena takut jika nanti merugi sendiri dengan nilai yang kecil. Amat benarlah sebuah pepatah bijak yang mengatakan bahwa “orang pintar itu banyak, tetapi sedikit yang jujur.” Padahal kita sebagai orang yang beriman yakin bahwa ada yang Maha Melihat yang selalu mengawasi kita. Kata salah satu dosen ku dulu ketika di UIN, “jika kita melakukan hal yang bertentangan dengan ketentuan Allah, sesungguhnya kita sedang “mematikan” Allah pada saat itu”, naudzubillah.... Astagfirullah... Ampunilah kami ya Allah...

Maka kembali lagi pada berusaha memaknai ayat 2 surah Al-Mulk di atas, kita manusia akan diuji dengan kehidupan dan kematian yang disana Allah akan melihat siapa yang lebih baik amalnya. Maka, cara adalah hal yang amat penting disini. Hasil sebesar apapun yang kita raih bila dengan cara yang tidak baik maka tidak akan bernilai di mata Allah, bahkan bisa jadi menjadi bernilai negatif. Maka, marilah kita perbaharui diri kita, walaupun nampaknya sederhana dan hal kecil, ternyata berani bersikap jujur itu bukan hanya perintah manusia dan penilaian manusia, tetapi juga penilaian Allah, bahkan sejatinya adalah perintah Allah. Perkara dunia juga ada dalam gengaman Allah, kita yakin bahwa Allah Maha Melihat, melihat  betapa sungguh-sungguhnya kita belajar, berupaya, dan berdo’a, maka hasil apapun nanti adalah insya Allah yang terbaik dari Allah. Bukan hanya soal kuantitas, jauh di balik itu Allah akan baikkan (membuat baik) segala urusan kita di dunia dan insya Allah di akhirat kelak, aamiin...

Maka di bulan yang baik ini, ayo kita berupaya untuk selalu melakukan hal yang baik dalam setiap aktivitas kita.

wallahu alam bishawab...


VT_OKTA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar