Bismillah....
Tentang baik, bukan sekedar banyak...
ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ
وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُورُ
٢
2. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu,
siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi
Maha Pengampun
Pada
ayat Al-Qur’an di atas, Allah menyatakan kata “yang lebih baik amalnya”. Kenapa
ya baik yang digunakan, bukan banyak? Baik merupakan kata yang menyatakan
kualitas, bukan kuantitas. Dalam hal ini, yang ditekankan adalah cara. Cara
yang baik. Amal yang baik. Walaupun bisa juga baik itu karena banyak.
Marilah
kita coba memahami salah satu ayat di atas dari hal sederhana yang sering kita
lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Alhamdulillah,
bulan Juni ini merupakan diantara bulan yang baru saja terlibur dari berbagai
ujian, untuk siswa-siswa sekolah dan begitu pula mahasiswa. Walaupun untukku
sendiri, masih ada ujian yang belum selesai karena takehome, hehe.. Baik kita lanjutkan, kenapa membahas ujian? Karena
disini kita akan menemui kata baik dan banyak.
Ketika
ujian tentunya hasil merupakan suatu yang diharapkan akan bernilai baik dengan
nilai yang banyak (besar). Setiap orang yang melakukan ujian tentu ingin lulus
dari ujian tersebut dengan hasil yang baik. Maka setiap orang yang ujian akan
melakukan usaha dan do’a yang seharusnya “terbaik” yang bisa dilakukannya.
Namun, ada masanya setiap orang itu diuji sebelum ujian itu sendiri, yaitu
dengan berbagai kegiatan lain atau ganggguan lain, atau mungkin alasan dari
dalam diri sendiri yang membuat ia tidak mampu belajar dan berdo’a secara
optimal. Maka pada pelaksanaanya, berbuat kecurangan adalah pilihan
terdesaknya. Bahkan ada juga kasus bahwa ia sudah belajar dan berdo’a yang
terbaiknya, tetapi pada saat pelaksanaannya ia menemui sedikit keraguan, dan ia
tidak sungkan untuk saling berdiskusi dengan temannya. Walau hanya sedikit.
Nampaknya kecurangan ini sudah dianggap hal yang ladzim bagi sebagian orang.
Astagfirullah... Bahkan hampir semua tingkatan pendidikan, terdapat kecurangan
di dalamnya. Lantas bagaimana esensi dari ujian itu sendiri? Apanya yang akan
teruji? Betapa hal ini tampak sederhana tetapi sangat mendasar. Bayangkan
berapa banyak orang yang tadinya berusaha dan berdo’a dengan jujur dan terbaik,
tiba-tiba terpatah hatikan ketika banyak yang melakukan kecurangan? Parahnya dan
bahayanya, ia ikut tergoda untuk melakukan kecurangan itu juga karena takut
jika nanti merugi sendiri dengan nilai yang kecil. Amat benarlah sebuah pepatah
bijak yang mengatakan bahwa “orang pintar itu banyak, tetapi sedikit yang
jujur.” Padahal kita sebagai orang yang beriman yakin bahwa ada yang Maha
Melihat yang selalu mengawasi kita. Kata salah satu dosen ku dulu ketika di
UIN, “jika kita melakukan hal yang bertentangan dengan ketentuan Allah,
sesungguhnya kita sedang “mematikan” Allah pada saat itu”, naudzubillah.... Astagfirullah...
Ampunilah kami ya Allah...
Maka
kembali lagi pada berusaha memaknai ayat 2 surah Al-Mulk di atas, kita manusia
akan diuji dengan kehidupan dan kematian yang disana Allah akan melihat siapa
yang lebih baik amalnya. Maka, cara
adalah hal yang amat penting disini. Hasil sebesar apapun yang kita raih bila
dengan cara yang tidak baik maka tidak akan bernilai di mata Allah, bahkan bisa
jadi menjadi bernilai negatif. Maka, marilah kita perbaharui diri kita,
walaupun nampaknya sederhana dan hal kecil, ternyata berani bersikap jujur itu
bukan hanya perintah manusia dan penilaian manusia, tetapi juga penilaian
Allah, bahkan sejatinya adalah perintah Allah. Perkara dunia juga ada dalam
gengaman Allah, kita yakin bahwa Allah Maha Melihat, melihat betapa sungguh-sungguhnya kita belajar,
berupaya, dan berdo’a, maka hasil apapun nanti adalah insya Allah yang terbaik
dari Allah. Bukan hanya soal kuantitas, jauh di balik itu Allah akan baikkan (membuat baik) segala urusan
kita di dunia dan insya Allah di akhirat kelak, aamiin...
Maka
di bulan yang baik ini, ayo kita berupaya untuk selalu melakukan hal yang baik
dalam setiap aktivitas kita.
wallahu alam bishawab...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar