Minggu, 31 Maret 2019

Bekal yang Utama



Beberapa hari ke belakang ketika aku masuk di salah satu kelas X Mipa, aku kembali teringat tentang bekal yang utama yang kuharap dapat semua peserta didik bawa. Alhamdulillah, Allah memberikan aku kesempatan untuk dapat mendidik dan berusaha menumbuhkan bekal itu pada peserta didikku, walaupun belum menyeluruh dan utuh. Bekal yang juga aku dapatkan dari banyak guru-guruku. Setiap guru-guru itu unik, dengan cara dan kekhasannya masing-masing dalam mendidik dan mengajar peserta didiknya. Namun aku yakin ada satu kesamaan dari semua keunikan itu, yang pada intinya ingin melihat peserta didiknya menjadi pribadi yang berhasil atau sukses. Dalam proses menuju kesana ada pondasi diri yang harus dibangun. Pondasi diri bagi pribadi mereka. Setiap peserta didik juga unik, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun pondasi ini berlaku untuk semua keunikan itu. Bekal yang utama itu adalah “sikap yang baik”. Sikap baik itu dia
ntaranya adalah santun, sopan, jujur, semangat, dan optimis. Aku sering menekankan pada peserta didikku, bahwa yang menjadi penilaian utama dalam pelajaranku adalah perubahan atau kemajuan setiap peserta didik dalam pembelajaran. Seberapa maunya mereka untuk belajar, mau bersabar mengerjakan tugas dan menghafal atau mempersiapkan diri untuk ulangan atau ujian. Maka kejujuran dalam mengerjakan adalah harga mutlak yang aku tekankan pada mereka. Meski tidak kupungkiri hal itu mungkin belum sepenuhnya dapat diterapkan atau ditumbuhkan dalam diri mereka. Tetapi dimulai dari hal-hal yang kecil, yang mungkin aku ingatkan berulang-ulang kepada mereka, semoga ada yang menyentuh hati mereka dan dapat bertumbuh menjadi sikap yang baik, aamiin… .
Mengapa sikap baik ini penting? Bukan sekedar teori tetapi banyak bukti nyata pada kehidupan ini bahwa seseorang yang berhasil dalam hidupnya adalah orang-orang yang bukan hanya cerdas secara intelektual (IQ) tetapi secara emosional (EQ) dan spiritual (SQ). EQ dan SQ yang baik itu tergambar pada sikap yang baik.  Seseorang yang memiliki sikap yang baik, insya Allah akan mampu menghadapi berbagai rintangan apapun dalam hidupnya. Seseorang yang memiliki sikap yang baik, akan selalu membawa manfaat dalam setiap langkahnya. Sulit ataupun mudah, orang yang memiliki sikap yang baik akan menjalaninya dengan optimis. Orang yang memiliki sikap ini insya Allah akan mampu menjadi bagian dari solusi setiap masalah yang timbul kelak.  Sikap baik itu disebut karakter, akhlak yang mulia atau akhlakul kharimah.
Mungkin kita pernah mendengar ungkapan bahwa “orang bodoh kalah oleh orang pintar. Orang pintar kalah oleh orang yang beruntung”. Sebagai seorang muslim, tentu kita tahu bahwa salah satu indikator orang yang beruntung itu adalah orang yang bertakwa. Firman Allah swt, dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah : 189 yang artinya: “… dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung”. Takwa adalah salah satu bukti bahwa seseorang memiliki sikap yang baik.  Maka kehidupan itu bukan soal keberuntungan yang acak, melainkan sepanjang kita memiliki sikap yang baik, insya Allah, Allah yang Maha Baik akan menuntun kita kearah yang baik (benar). Ketika aku duduk di bangku sekolah menengah pertama dan atas (smp dan sma), beberapa guruku pernah memberikan penjelasan yang intinya bahwa tidak semua orang pintar itu berhasil dalam hidupnya. Ada yang pintar, tetapi karena kurang teliti dan rapi maka gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi, dan menjadi kurang sehat akalnya (stress). Ada orang yang pintar, tetapi malah mengalami suatu kecelakaan, dll. Maka hal itupun menjadi candaan oleh beberapa temanku, ada yang bertanya kepadaku “gimana mau jadi orang pintar tapi celaka, atau orang biasa-biasa saja tetapi selamat?”, dan akupun menjawab “aku mau menjadi diriku sendiri”, hehe… Dalam artian semoga selalu Allah berikan kecerdasan dan keselamatan.

Maka itulah kenapa bekal yang utama yang tidak boleh aku lupakan sampai kapanpun dalam mengemban amanah sebagai pendidik adalah menumbuhkan dan memupuk sikap baik pada diri semua peserta didikku. Semoga bekal itu dapat menjadi bekal yang berharga, bermanfaat dan menyelamatkan kehidupan kami semua di dunia dan di akhirat kelak, aamiin ya rabb… .


VT_OKTA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar