Senin, 12 Desember 2016

Unik



Unik..

Beberapa hari ini aku mengalami hal unik. Pada intinya aku menyadari kini bahwa Allah sungguh Maha Kuasa akan mempertemukan, memperkenalkan, dan mungkin kelak mempersatukan orang. Hanya dari sepenggal kisah unik ini, aku kembali tersadarkan hal yang hakiki, yang fitrah. Bahwa adalah benar upaya terbaik yang dapat dilakukan manusia sebagai hamba-Nya adalah menunggu dan berharap. Menunggu dengan usaha dan berharap dengan do’a. Ini merupakan rangkaian kata yang memiliki kekuatan bila kita memahami sungguh maknanya. Rangkaian kata yang disampaikan dari salah seorang guru yang berpengaruh bagiku. Kini kembali lagi hal unik kemarin-kemarin membawaku pada energi dari rangkaian kata ini.


Dan kalau dipikir lebih bijak lagi dan meluaskan berbagai sudut pandang kehidupan, hal ini berlaku bukan hanya untuk perkara jodoh, tetapi segala hal dalam kehidupan manusia. Pada dasarnya kita memang tidak memiliki daya dan upaya selain semuanya adalah daya dan kekuatan dari Allah. Dan banyak hal di dunia ini yang masih menjadi rahasia-Nya. Terkadang menimbulkan mengikisnya harap dan menebalnya kecemasan akibat rahasia itu, tetapi itu hanya berlaku untuk orang-orang yang pesimis, orang yang tidak sepenuhnya percaya pada ke Maha Baikan Nya. Pasrah, dalam arti tawakal adalah berserah setelah berupaya dengan sungguh-sungguh dan disertai do’a yang kuat dan yakin. Maka iringan penerimaan (qona’ah) yang menyejukkan hati bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan. Masha Allah, betapa indahnya hikmah dibalik kerahasian-Nya. Aku menyebutnya dengan “melalui kebelum pastian menjadikan usaha dan do’a kita menjadi lebih bertenaga”. Bayangkan saja misalnya kita sudah tahu segalanya, jodoh, rezeki, bahkan batas usia kita, maka mungkin hidup kita akan hambar. Karena segala apapun yang kita lakukan, kita sudah tahu akhirnya akan seperti apa. Maka disinilah diperlukan pentingnya berproses. Betapa melalu proses banyak pembelajaran atau hikmah yang dapat diambil.


Sekarang terkait perkara hati, perkara penantianku, ataupun perjalanan pengabdianku, yang belum aku mencapainya, yang masih dalam kategori rahasia-Nya, adalah menjadi keharusanku untuk meluruskan niat, memperbaiki usaha, dan menguatkan do’a. Aku yakin dengan rahasia-Nya yang begitu unik, akan tetap berbuahkan hal yang baik sepanjang aku berupaya meniatkan, mengusahakan, dan mengiringinya dengan do’a yang baik bahkan terbaik. Bismillah... Lahaula wala quwata illa billah...

Do everything lillah...  J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar