GENKI DE IMASU KA?
Apakah kabarmu baik-baik saja?
DAIJJI NA HITO WA DEKIMASHITA KA?
Apakah kau punya seseorang yang berharga?
ITSUKA YUME WA KANAIMASU KA?
Apakah mimpimu ketika itu telah tercapai?
KONO MICHI NO SAKI DE
Di ujung jalan ini
OBOETE
IMASU KA?
Apakah kau mengingatnya?
YURERU MUBINO ANO YUUBAE
Cahaya senja itu, yang terpancar di
dekat telinga
CHIHEISEN TSUDZUKU SORA WO SAGASHI
TSUDUKETEITA
Kau terus mencari horizon yang
berlanjut hingga ke langit itu
Reff :
ASU WO EGAKOU TO MOGAKI NAGARA
Sementara berjuang dan melukiskan masa depan
IMA YUME NO NAKA E
Sekarang aku mengejar mimpiku
KATACHI NAI MONO NO KAGAYAKI WO
Cahaya dari sesuatu yang tak berbentuk
SOTTO SOTTO DAKISHIMETE
Aku pun memeluknya dengan lembut
SUSUMU NO
Dan terus maju
WARATTE
IMASU KA?
Apakah
kau dapat tersenyum?
ANO HI
NO YOU NI MUJAKINA ME DE
Dengan
mata yang jernih seperti di hari itu
SAMUI
YORU MO AME NO ASA MO KITTO ATTA DESHOU
Malam
yang dingin dan pagi yang hujan pasti akan berlalu, iya kan?
FURUSATO NO MACHI WA
Kampung halaman itu pasti
KAERU BASHO NARA KOKO NI ARU TO
Merupakan tempat untuk kembali lagi
ITSUDATTE KAWARAZU NI ANATA WO MATTEIRU
Dan akan menunggumu tanpa pernah berubah
Reff :
ASU WO EGAKOU KOTO WO YAMENAIDE
Aku takkan pernah berhenti melukiskan masa depan
IMA YUME NO NAKA E
Sekarang aku mengejar mimpiku
TAISETSUNA HITO NO NUKUMORI WO
Kehangatan dari seseorang yang berharga
ZUTTO ZUTTO WASUREZU NI
Aku akan selalu mengingatnya
SUSUMU NO
Dan terus maju
HITO WA
MAYOI NAGARA YURE NAGARA
Ketika
manusia bingung dan ketakutan
ARUITE
YUKU
Mereka
akan terus berjalan
NIDOTONAI
TOKI NO KAGAYAKI WOO
Cahaya
yang tak dapat kembali
MITSUMETEITAI
Kuingin
terus melihatnya
Tidak sengaja aku menemukan
sebuah lagu dengan judul A Shita E No Tagami dari youtube. Dan pas aku baca
arti liriknya sangat pas sekali dengan apa yang aku rasakan pada seseorang.
Berulang kali ingin aku bagikan link lagu tersebut kepadanya, namun niat itu
aku urungkan pula dengan susah payah berulang kali. Maka aku memilih untuk menuliskan
pada blog ku ini. Sekarang, dan sudah begitu lama aku tidak bisa lagi secara
mudah menghubunginya. Ada batasan dan dinding yang telah aku buat yang telah
begitu lama meski terdengar dan terkesan tega dan menggores luka, tapi aku
percaya bahwa ini semua untuk kebaikan kami semua. Karena walau pahit dan
perih, tuntunan dan perintah dari Allah adalah mutlak dan insya Allah ku yakin
akan berbuah manis pada waktunya. Intinya aku selalu merasa bersyukur karena
Allah memberikan kami keadaan seperti ini sekarang, karena insya Allah kelak
Allah akan pilihkan yang terbaik untuk semua hamba-Nya. Meski banyak yang
berkata, mengapa harus begitu jika ada pilihan kata “menunggu”. Aku tidak
pernah ingin memberikan sebuah pemanis dan penawar hati dengan dalih
“menunggu”, karena jika demikian akhir dari menunggu itu akan menjadi suatu
tuntutan bagi seseorang yang telah dijanjikan akan ditunggu. Baik itu hasilnya
membahagiakan ataupun sebaliknya. Karena hakikatnya menunggu itu memang adalah
fitrah kami sebagai kaum perempuan, tapi aku tak ingin mengikat atau diikat
dengan kata menunggu. Biar Allah saja yang ikat dan genggam hati kami. Kami
menunggu dengan berusaha dan berdo’a selalu. Allah akan selalu memberikan jalan
yang terbaik kepada hamba-hambaNya. Ku yakin itu, insya Allah. Dan kenapa harus
aku tulis ini juga pada akhirnya? Karena aku ingin mengungkapkan tanpa
menggoyahkan dinding yang juga telah ia buat. Aku hanya sekedar ingin
menyatakan bahwa aku bersyukur atas setiap apa yang telah Allah tuliskan untuk
ku, termasuk diantaranya adalah kehadirannya. Sahabat matahariku yang sangat
ingin kusapa berulang kali, tapi kembali kuurungkan. Entah sampai batas mana
waktu dan jarak akan bertemu. Entah menjadi sebagai apa antara aku dan dirinya
kelak. Semoga Allah selalu melindungi kita semua, aamiin…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar