Alhamdulillah, sudah memasuki tahun 2019, lepas 27 hari yang lalu. Tahun ini diantara tahun yang semoga menjadi momentum pencaian kami yang penuh berkah dari Allah, aamiin...
Alhamdulillah.... Allah
senantiasa memberikan rahmat dan pertolonganNya kepadaku hingga aku dapat Allah
mampukan menjalankan dua peran sebagai mahasiswa dan pendidik. Alhamdulillah,
Allah kabulkan cita-citaku yang sederhana ini, yaitu dapat belajar mengamalkan
ilmuku disamping menimba ilmu di bangku
kuliah lagi. Serta dengan penuh keselamatan dan kemurahan dari Allah, segalanya
berjalan lancar. Di sekolah, aku memiliki keluarga yang sangat hangat.
Guru-guru semuanya saling ramah tamah, saling mendo’akan, bercanda ria, dan
senantiasa mewarnai hari-hariku. Peserta didikku yang sangat luar biasa
beragam, dengan kekhasannya masing-masing. Mereka juga yang selalu membuat
hari-hariku tidak pernah kehilangan senyuman, semangat dan do’a. Di kampus,
alhamdulillah aku menemukan keluarga juga. Sahabat yang sebagian besar usianya
hampir sebaya membuat kita menjadi semakin solid dan satu ritme untuk berjuang
dalam perkuliahan ini. Dosen-dosen pun senantiasa menjadi figur yang teladan.
Tidak ketinggalan pula, dengan berbagai kekhasan dosen, bahkan ada drama juga.
Tapi alhamdulillah, dari itu semua merupakan cerita yang amat lengkap dan
memesona. Walaupun aku berkali-kali merasa bahwa aku belum optimal di kedua
tempat itu (kampus dan sekolah), tetapi berulang kali pula aku tersadar bahwa
semuanya adalah anugrah yang indah dari Allah.
Tahun pertama yang
dirasa agak cukup berat, dimana adaptasi di kedua tempat dengan kedua amanah
yang berbeda, alhamdulillah, Allah kuatkan dan lancarkan. Hingga tahun kedua ini khususnya di sekolah aku merasa lebih dapat seirama
dengan semuanya. Dan di semester akhir ini insya Allah aku dan teman-teman
kuliahku akan berjuang untuk menyusun tugas akhir kami. Entah apakah ini juga
akan menjadi tahun terakhirku di sekolah juga atau tidak. Jujur saja aku tidak
mau meninggalkan sekolahku kini dengan begitu saja. Aku ingin bisa menjadi bagian
dari sekolah ini untuk waktu yang cukup. Tetapi di sisi lain aku pun belum bisa
memastikan. Karena ada impian dalam hatiku yang ingin menjadi bagian dari sekolah islam (misalnya pesantren ataupun sekolah islam), misalnya di salah satu sekolah di daerah ku besaral. Aku ingin bisa menjadi pendidik di daerah ku. Aku agak
sedih pas kumpul MGMP dulu, ketika ditanya asal dan aku bukanlah orang di kota
tempatku mengajar, seolah diabaikan begitu saja. Aku hanya orang asing di
sini yang tidak akan lama disini. Maka tidak bisa dan tidak perlu terlalu
kenal. Sebenarnya dulu juga itu sempat kupikirkan. Kenapa aku tidak pernah bertanya tentang MGMP kota ku kini mengajar adalah diantara alasan bahwa aku tidak
akan terlalu lama mengajar di sana, jadi aku rasa tidak perlu masuk ke
dalamnya. Tetapi ternyata bisa sesakit ini rasanya. Aku takut, aku pulang
terasing. Aku di kota orang pun sampai sekarang masih terasing. Aku harus
kemana lagi? Aku hanya ingin dimanapun aku berada adalah Allah senantiasa
meridhaiku. Sebetulnya ada proposal yang telah Allah tahu betul kalau tahun ini
aku ingin Allah pertemukan aku dengan imamku. Tetapi saat ini bukannya aku
pesimis, aku akan mencoba untuk lebih membesarkan hatiku dan tidak
egois. Aku tidak akan minta hal yang terlalu mendikte lagi. Aku pasrah kepada
Allah, karena manusia itu banyak terbatasnya, sedangkan Allah Maha Kuasa atas
segala sesuatu. Aku pasrah tetapi tetap akan senantiasa berusaha dan berdo’a
yang terbaik untukku, keluargaku, guru-guruku, dan semua peserta didikku. "Engkau Maha Tahu ya Allah segala harap
dan ketakutan kami, kami memohon ampunilah segala dosa-dosa kami. Tuntunlah kami
selalu agar ada dalam keridhoanMu, tuntunlah kami agar kami senantiasa amanah
terhadap setiap amanah yang Kau titipkan kepada kami, sukseskanlah dan
barokahkanlah kami, keluarga kami, dan orang-orang di sekeliling kami, sebagai apapun kami, aamiin..."
Bismillah, alhamdulillah, lahaula wala quwwata illa billah...
Bismillah, alhamdulillah, lahaula wala quwwata illa billah...
VT_OKTA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar