DIRGAHAYU RI ke 72 :D
Merdeka, atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa. Alhamdulillah hari ini negeri
kita Indonesia genap 72 tahun merdeka. Segala pengorbanan dan perjuangan para
pendahulu kita semoga Allah balas dengan pahala yang terus mengalir, aamiin.
Segala kesalahan dan kerusakan yang mungkin pernah kita lakukan sebagai
generasi saat ini, semoga Allah ampuni. Semoga Allah limpahkan karunia dan keberkahan-Nya
kepada kita semua bangsa Indonesia dimanapun berada, aamiin.
Berawal dari mencoba mendefinisikan arti merdeka. Betapa ada
makna yang berhubungan dengan pondasi kehidupan kita yaitu tauhid. Kita
dikatakan sudah merdeka yang sebenarnya bila kita sudah benar-benar memurnikan
niat kita hanya karena Allah, merdeka dari segala macam sifat ingin dilihat
orang lain, ingin mendapatkan penilaian dan pengakuan dari orang lain. Kenapa
begitu? Karena itulah sendi utama kehidupan kita. Permasalahan dunia, berbangsa
bernegara, bahkan urusan akhirat semuanya bertolak dari tauhid. Rasulullah SAW
diutus untuk menegakkan kalimat tauhid. Maka sebagai seseorang yang ingin
menjadi hamba Allah yang sejati dan ingin terdaftar sebagai umat Nabi Muhammad
SAW, sudah menjadi tugas kita jugalah untuk dapat menegakkan tauhid di dunia
ini. Dimulai dari diri sendiri tentunya.
Aku ingin bercerita tentang kaitan tauhid ini dengan rasa
yang pernah ada pada seorang perempuan biasa sepertiku. Jujur aku tidak lepas
dari rasa menyukai seorang insan. Walaupun sering aku elakkan dan aku nyatakan
bahwa hal itu bukanlah suka yang berlebihan. Tetapi tetap saja kini aku sadari
bahwa hal itupun berimbas pada hidupku, mungkin juga pada niatku.
Astagfirullah...hamba memohon ampunan kepada Allah. Sekarang alhamdulillah, aku
rasa Allah sudah sungguh-sungguh memerdekakan hatiku dari berharap kepada
makhluk. Mengenai fitrah mencinta, aku bukannya tidak ingin, hanya ini belumlah
saatnya. Juga aku tidak mau kalau sampai kecintaanku kelak pada seseorang atau
sesuatu, melebihi kecintaanku kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka untuk kondisi
hati yang insya Allah sungguh telah steril dari harap-harap pada selain Allah,
aku bersyukur. Bukan berart kita tidak boleh berharap, tetapi sekarang aku
sadar bahwa mengharapkan cinta Allah adalah yang utama dan selalu utama, sedang
yang lain hanyalah penunjang menguatnya cinta pada Allah. Semoga Allah meridhoi
kita semua, dan melimpahkan karuaniaNya untuk dapat sungguh-sungguh memiliki
dan mencapai keadaaan mencintai karena Allah, kepada siapapun itu dan apapun
itu, aamiin...
Tak lupa, semoga momen kemerdekaan ini juga menjadikan kita
semakin mengevaluasi diri, sudah sejauh manakah kontribusi kita untuk negeri.
Semoga seiring bertambahnya usia bumi pertiwi ini, bertambah pula dedikasi kita
untuk menjadi bagian yang mewujudkan cita-cita kemerdekaan, dan berkah Allah
selalu mengiringi, aamiin...
VT_Okta
sumber foto: instagram Teladan Rasul

Tidak ada komentar:
Posting Komentar