Minggu, 04 Juli 2021

LURUS

 

Bismillah...

Dimulai dari sebuah keinginan kecil dalam hati dulu semasa masih menjadi mahasiswa, aku berkesempatan melihat gagahnya sebuah institusi yang di dalamnya terharmoni prestasi dan juga pribadi islami. Aku mulai mengenal sekolah tempatku belajar mengabdi kini. Betapa luas, megah, dan yang paling aku iri adalah mereka semua santri. Sebuah status yang dulu akupun inginkan, namun karena negosiasi dengan orang tuaku dulu, belum aku berkesempatan untuk menyandangnya. Ketika itu kulihat mereka sungguh beruntung karena berada di lingkungan yang islami, yang mendukung segala upaya untuk tegaknya kalam Allah di sanubari dan kehidupan sehari-hari. Aku ingat, dulu aku pernah ikut shalat di salah satu masjid akhwat, aku melihat barisan sandal yang banyak, hiruk pikuk santri yang menggunakannya untuk bersegera ke masjid. Aku terawang bangunan terdekat masjid itu yang kutebak sepertinya itu adalah bangunan sekolah. Pohon-pohon besar yang melambai seolah turut berdzikir bersama para santri. Pada barisan sepatu yang rapih di depan asrma/kelas putra. Pada kerudung panjang yang terbentang, rok kotak-kotak abu yang menjadi kekhasan, dan pada keceriaan serta kekompakan santrinya ketika ada suatu acara. Pada keunikan nama-nama jalan yang diambil dari nama-nama daerah di timur tengah. Pada jalan panjang yang turun naik berbelok. Pada udaranya yang sejuk. Pada keramahan setiap sapaan dan senyuman para pegawainya. Akupun mengingat dulu salah satu kelompok yang masuk seleksi lomba Cerdas Tangkas Matematika UPI ketika aku SMA adalah dari sini. Maka akupun agak kepo, apalagi ketika aku kuliah, anak dosen fisika ku, anak guru fisika ku pun turut bersekolah di sini. Terbentuklah dalam pikiranku mungkin inilah salah satu bukti bahwa sekolah islam yang berprestasi itu ya ini salah satunya, dan alhamdulillah ternyata berlokasi di Subang.

Entah bagaimana belum terpikirkan jalan bergabung dengan sekolah ini, sempat tertunda karena aku mau melanjutkan studi ku dulu. Ternyata setelah aku lulus studi S2, Allah berikan pula rasa terimakasih yang genap pada sekolah awalku belajar mengabdi. Maka aku perpanjang dulu mengajarku hingga 3 tahun di sekolahku itu. Ternyata di tahun 2020 itu ada penerimaan kembali dan ada formasi yang cocok denganku. Maka walaupun belum yakin, aku mencoba daftar dan mengikuti segala prosesnya dengan memohon bimbingan Allah. Ternyata pengumuman hasil akhirnya mengalami pengunduran waktu yang cukup lama dan hal itu kembali menimbulkan ragu padaku. Pada dasarnya aku memiliki beberapa pertimbangan. Karena jujur saja bisa dibilang di sekolah lama ku itu juga sudah merupakan zona nyaman bagiku, alhamdulillah dengan segala amanah yang sudah dan akan dipercayakan kepadaku, juga dengan pertimbangan data dapodik yang sudah rapi di sana. Aku konsultasi dulu dengan beberapa rekan guru, meminta masukkan dan pertimbangannya. Aku sempat tidak terlalu percaya diri dengan hasil akhir tesnya karena pada saat wawancara aku merasa belum maksimal, dan pas ditanya tentang CPNS aku dengan jujur dan yakin berkata kalau ada kesempatan aku akan ikut, hehe. Aku tau itu pasti jadi poin minus banget, karena kalau di yayasan kan integritas itu nomor satu, hehe. Namun alhamdulillah kejujujuran itulah yang selama ini menjadi penguatku. Walaupun aku sampaikan pula dengan redaksi kalimat yang baik, jika ada kesempatan mau ikutan tetapi amanah yang duluan dimiliki pun akan ditunaikan dengan baik, insya Allah.

Selama masa menunggu pengumuman itu akupun mencari penguatan, agar apapun hasilnya nanti aku telah siap. Bahkan aku cenderung bersiap dengan kemungkinan aku lanjut di sekolah yang lama. Dan ketika pengumuman tiba, nama aku ada di bagian cadangan II. Disitu posisiku baru habis dari Cimahi, kalau tidak salah habis rapat persiapan tahun pelajaran baru. Perasaanku bercampur aduk, ada rasa syukur walaupun cuman cadangan tidak menyangka juga bisa sampai posisi ini. Ada rasa lega karena di Cimahi pun aku lanjutkan. Bahkan aku sudah ikut masa orientasi sekolah untuk murid baru. Ternyata beberapa hari kemudian aku dihubungi oleh bu Elva, katanya calon pegawai tersebut mengundurkan diri, dua orang, sehingga aku masuk. Ada kebimbangan lagi, antara syukur dan istigfar. Karena aku sudah ttd sama sekolah yang lama. Akupun sampaikan hal itu kepada mama. Selama ini mama juga tahu sekali kalau aku sangat ingin mengajar di sana. Akupun kembali menghubungi beberapa rekan guru, untuk berkonsultasi. Memang berat untuk melepaskan amanah di sekolah yang lama, tetapi aku juga ingin mewujudkan salah satu impianku. Di dalam hatiku ada cita-cita pengintegrasian sains dan islam yang ingin aku coba dan semoga bisa aku terapkan, yang semoga dengan melalui sekolah inilah salah satu jalannya. Akupun ingin terus tumbuh dan berkembang memperbaiki diriku dalam segala aspek, terutama bekal untuk alam akhirat kelak. Alhamdulillah, Allah memberikan aku kekuatan dan kucoba sampaikan dulu ke ibu wakasek kurikulum sekolah lamaku, dan ternyata di luar dugaan, beliau menyampaikan turut bahagia dan lega juga, beliau mengizinkanku, bahkan mendukungku. Maka dengan berurai air mata aku mengucapkan terimakasih kepada beliau. Dan beliau titip tolong carikan guru penggantinya. Akupun mencarinya. Sungguh akupun tidak bermaksud untuk menelantarkan begitu saja amanahku sebelumnya. Maka alhamdulillah, Allah bimbingku untuk menggenapkan dulu mengajar di bulan tersebut, karena masih online dan ada beberapa pertemuan yang ketika aku PPGB. Alhamdulillah, semuanya genap dan lancar, dan semoga berkah.

Sekarang aku ada di sini, kurang lebih insya Allah Agustus nanti adalah genap satu tahun. Aku ditempatkan di Wanareja, sekolah rintisan baru yang masih cukup muda. Di sini cuaca mungkin lebih panas dari cagak, kondisi berbeda pada beberapa hal dibandingkan dengan di cagak. Tapi disinilah atmosfer yang terbaik untukku. Di sini aku memiliki rekan-rekan yang satu frekuensi denganku. Di sini aku belajar bahwa untuk mengajar semuanya belajar lagi, semuanya persiapan dengan sungguh-sungguh. Untuk shalat dhuha aku tidak perlu mencuri-curi waktu lagi. Bisa memiliki waktu banyak untuk tilawah, almatsurat, bahkan liqo dan belajar tahfidz. Ditambah lagi untuk tidur siang sejenakpun alhamdulillah bisa, hehe... Sungguh begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan padaku. Aku malu jika sampai saat ini masih begitu banyak mengeluh dan membandingkan dengan orang lain baik sengaja ataupun hanya pikiran sekelebat. Astagfirullah..ampunilah hamba ya ghafar..

Memang sifat dasar manusia adalah tidak pernah puas. Di sini tentu saja tidak semuanya enak dan berjalan mulus. Banyak hal yang membuat ku menjadi bertanya kenapa begini, kok bisa begitu. Berpikir harusnya jangan begini, harusnya bukan begitu. Ya itu semua wajar, karena semua itu jugalah yang membuat kita terus belajar mengambil hikmahnya. Akupun tidak sempurna dan banyak kekurangan dan kesalahan, tetapi yang terpenting adalah sejauh mana dan setajam apa mata hatiku Allah bukakan untuk dapat merefleksi dan mengevaluasi diri. Aku malu, selama ini hanya karena Allah tutupi kesalahan dan kelalaianku, maka mungkin bisa jadi orang lain hanya melihat hal yang baiknya saja dariku, astagfirullah... Sedangkan misal ada kesalahan orang lain yang jelas nampak, mungkin oleh Allah sembunyikan kebaikannya agar mereka terjaga dari sifat-sifat sombong dan semacamnya. Ya Allah, ampunilah hamba. Ampunilah segala dosa-dosa hamba. Maka sebagai manusia biasa sebisa mungkin ingatlah bahwa kita tidak boleh sekalipun merendahkan orang lain atau memandang buruk pada orang lain, ini salah satu pesan dari rekanku di sini yang luar biasa. Allah sudah menakar kelebihan dan kekurangan seseorang itu dengan ukuran yang terbaiknya. Sebagai hambaNya, kita harus terus memperbaiki diri, melupakan kebaikan kita dan mengingat kesalahan kita. Pun sebaliknya, melupakan kesalahan orang lain dan mengingat kebaikannya. Masih banyak hal yang menjadi PR bagiku, masih banyak yang harus dievaluasi, dimuhasabahi, dan diperbaiki.

Ada sebuah persimpangan lagi di depan sana, namun aku masih dalam kondisi belum bisa memutuskannya. Jalan mana yang akan aku ambil. Aku ingin sungguh-sungguh menata kembali niat dan impian dalam hatiku ini, dan memohon petunjuk pada Allah. Agar jalan manapun itu kelak kujalani dengan ridho-Nya, dengan tuntunan dan genggaman tanganNya. Pada dasarnya tidak ada jalan yang salah, semua jalan ada resiko dan tantanganya tersendiri. Namun, semoga Allah berkenan menunjukkan kepadaku jalan mana yang paling dekat denganNya, yang sungguh-sungguh jalan yang lurus. Seperti ayat yang selalu kita baca “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus”. Alhamdulillah pada webinar kemarin bersama prof. Agus Purwanto dijelaskan salah satunya tentang yang dimaksud jalan yang lurus ini, yaitu :


Semoga Allah selalu menuntun langkah kaki kita semua, aamiin...


Allahumma wafiqna ya Allah...









By : Vietha_Okta



Kamis, 15 Oktober 2020

Seperempat Abad plus Satu Tahun

Alhamdulillah, atas segala rahmat dan kasih sayang Allah aku sampai pada usia ini, usia yang katanya seperempat abad tetapi sekarang sudah ditambah satu tahun. Untuk setiap nafas yang didalamnya Allah lafazkan syukurku, setiap air mata bahagia dan deritaku yang Allah teteskan, atas bawah rotasi kedudukan yang Allah pergilirkan untukku, setiap harap dan cemas akan impian dan tantangan yang Allah ujikan padaku, semoga Allah menjadikanku termasuk kedalam hambaNya yang senantiasa mampu mengambil ibrahnya. Bertumbuh dan berkembangnya pola pikir dan sudut pandangku, berbagai amanah yang telah tuntas, yang sedang kupikul, maupun yang hendak kupikul, semoga Allah senantiasa memberikan jalan dan tuntunannya padaku. Menjadi dewasa adalah proses yang akan terus berlangsung pada setiap makhluk hidup, termasuk padaku. Memiliki berbagai impian yang beragam yang semoga semua impian itu adalah terfokuskan lillah, billah, ilallah.. Langkah kaki yang entah tapakannya akan sampai mana, semoga istiqomah dalam jalan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah,  semoga Allah meridhoiku untuk selalu dan semakin mendekat kepada Allah dan bertumbuh bersama Al-Qur'an. Ya Allah berikanlah hamba kekuatan untuk dapat menjalankan semua mozaik kehidupan hamba karena, bersama, dan untuk Allah, aamiin...
Untuk segala impian, sosok imam dan keluarga yang dinantikan di masa depan, senantiasa kurajut do'a semoga Allah memberikan waktu dan kesiapan yang penuh bimbingan, keluarga yang terbangun untuk menjadikan Allah semakin ridho dan surga semakin didekatkan, dan bahagia serta menentramkan, aamiin...

Sabtu, 02 Mei 2020

Metamorfosis yang Genap di Putih Abu


Lulusan 2020 itu diantara lulusan yang spesial bagiku. Banyak hal yang membuat mereka itu begitu memberi banyak kesan dan arti.

Dimulai dari tahun 2017 ketika awal menempuh kelas X bagi mereka, adalah awal pula bagiku dalam menempuh jenjang pendidikan strata dua dan awal bagiku untuk belajar menjadi pendidik fisika di SMA. Ketika mereka berupaya mengenali dan beradaptasi dalam suasana SMA, disitu pula aku mulai lebih mengenali dan berdaptasi menjadi pendidik yang sejati. Mencoba ini dan itu dalam pembelajaran, berupaya mengevaluasi dan mencari solusi baru. Melihat mereka dengan segala keunikannya di kelas X, merasakan masih beragamnya jalan pikiran dan cara tiap-tiap dari mereka, mendeteksi masih takut atau malu-malunya mereka, dan yang terpenting mencoba mengidentifikasi dan menyabarkan diri pada mereka yang masih enggan dalam memahami. Ada yang pernah memperlihatkan wajah malas yang seolah amat terpaksa dalam pembelajaran, ada juga yang pernah membelot seolah ingin memberontak tak mau belajar. Ada yang menggebu-gebu ketika mengerjakan soal-soal hitungan, ada yang kalem-kalem tapi selalu benar. Ada yang sering bertanya di luar jam pelajaran dari hal-hal yang sederhana, hal-hal yang mendasar seperti darimana suatu perumusan didapatkan, sampai mengenai cita-cita yang mungkin akan mereka raih di masa depan. Ada pula yang bertanya mengenai kehidupan sehari-hariku dan turut mendo’akan kehidupanku di masa mendatang.

Hingga ketika kelas XI dan XII mereka semakin terlihat mendewasa.  Masa dimana mereka paling padat dengan berbagai pengayaan (pemantapan), tugas dan ujian-ujian. Ketika mereka kelas XI adalah masa yang sama dimana aku memulai mengerjakan tugas akhir perkuliahan. Bahkan merekalah sampel penelitianku. Mereka yang telah dengan antusias terlibat dalam prosesnya. Mereka menjadi saksi dan bukti yang mengiringiku menuntaskan pendidikan. Pun aku juga merupakan saksi dan bukti mereka dalam mempelajari fisika di masa putih abu. Merekalah metamorfosis yang kulihat dengan genap, genap tiga tahun sedari awal hingga akhir masa SMA. Segala pesan yang kuuntai dalam bentuk cerita, arahan, bahan mungkin secuil teguran, semoga bermakna bagi kehidupan mereka, dan dapat menjadikan mereka pribadi yang berakhlak mulia dan mampu menjadi terbaik versi diri mereka masing-masing dan sukses dalam bidang mereka masing-masing, baik yang akan menempuh pendidikan tinggi, pekerjaan, ataupun keduanya. Semoga langkah mereka kedepan selalu Allah berikan jalan dan keberkahan, aamiin...

Salam sayangku untuk kalian semua peserta didikku lulusan tahun 2020 SMA Pasundan 2 Kota Cimahi :)


VT_OKTA

Selasa, 31 Desember 2019

Refleksi dan Resolusi

Ketika kita sampai di penghujung tahun biasanya kita pernah berkata atau merasa “wah tidak terasa, tahun ini telah usai, dan sudah akan tahun baru lagi”. Memang waktu itu dirasa lebih cepat kadang jika kita lihat hanya perpindahan dari tanggal 31 Desember ke tanggal 1 januari di tahun berikutnya. Namun jika kita lihat dan urut kembali, berapa banyak hari yang telah kita lalui, berapa banyak rasa dan masa yang telah kita untai untuk menjadikan kita sampai pada hari ini dengan pribadi yang seperti ini. Tak luput pula diantaranya berapa banyak ketidak syukuran kita dengan cara menyia-nyiakan waktu yang ada. Maka kata ‘refleksi’ menjadi begitu penting dalam upaya agar jiwa dan pola pikir kita bertumbuh dan mendewasa. Maka pada tulisan kali ini aku ingin urai inti dari apa yang telah aku lakukan pada tahun 2019 ini. Tulisan ini aku dedikasikan untuk diriku di masa mendatang, yang kadang selalu membutuhkan asupan semangat ketika kehampaan menyerang, hehe. Alhamdulillah, tahun 2019 ini juga merupakan tahun dimana Allah membimbing dan meridhoiku untuk menggapai salah satu amanah yang kini tersemat padaku. Dengan segala lika-likunya, dan teringat akan betapa semuanya merupakan skenario yang terbaik dari Allah untukku. Akupun banyak memetik hikmah dari segala yang terjadi disamping perjuangan itu. ‘Semesta mendukung’ sungguh terwujud, dan benar Allah wujudkan dengan cara memberikan kita pada kondisi kritis terlebih dahulu. Pertolongan-Nya lewat tangan-tangan dan jalan yang tiada diduga-duga, menorehkan banyak tawa dan air mata. Selain itu juga tetap masih ada hal yang menjadi pekerjaan rumah, terutama dalam mendisiplinkan diri ini. Setelah salah satu amanah diraih, yang hakikatnya ini adalah awal, karena di depan adalah jalan dan masa untuk menunaikannya dengan lebih baik, ada begitu banyak impian yang juga perlu untuk dirancang dan diwujudkan. Maka kata “resolusi” adalah suatu romansa tersendiri dalam menyambut tahun baru Syamsiah yang semoga dapat dijalani dengan lebih baik lagi. Ternyata dalam menguraikan impian-impian kita, walaupun itu adalah impian yang kecil, kita harus tetap memiliki rasa semangat untuk menggapainya. Dan penyebab apapun kesemangatan itu hendaknya kita tahu dan kita ambil. Diantara sumber semangatku baru kusadari bahwa kubanyak belajar darinya. Dari seseorang di masa lalu yang senantiasa bertumbuh dan mengajak orang lain untuk bertumbuh. Sosoknya yang dulu hadir dan diantaranya kuingat adalah beberapa pesan yang ia sampaikan. Maka tentang rindu, bukan melulu menghadirkan rasa yang pilu dan sendu. Rinduku padanya kini ku akan ambil hikmahnya. Semangat itu, insya Allah akan kupancarkan. Seperti dirinya yang tak pernah lelah dalam melangkah. Seperti dirinya yang tak pernah goyah. Akan ku mulai merinci kembali, impian-impianku yang besar ataupun sederhana yang pernah kutuliskan dan juga yang akan kutuliskan, dan semoga di tahun depan, tahun 2020, Allah tuntunku dan berikan jalan agar dapat menggapai impian-impian itu dengan proses dan jalan yang selalu berkesan, diridhoiNya dan penuh keberkahan, aamiin…  Semoga Allah senantiasa menuntun kita semua, aamiin… .
Lagu di bawah ini ada beberapa lirik ost drama Love Story in Harvard yang alunannya mengingatkan perjuangan, sangat ngena dan bisa membuat semangat juga, hehe…
Spring, summer, fall & winter dreams
Mimpi-mimpi musim semi, panas, gugur dan musim dingin

Those are shinning like a star

Semuanya bersinar seperti bintang
They keep whispering, Mereka (mimpi2) terus berbisik,
I’m so in love with you
Aku begitu sangat mencintaimu
I remember when we were angels
Aku mengingat ketika kita adalah malaikat-malaikat

when we dreamed about us

Ketika kita bermimpi tentang kita
All my days were happy

Semua hari-hariku adalah bahagia
Every step i make writes a story
Setiap langkah, aku menulis sebuah cerita

It is full of the heart
Itu(cerita) penuh dengan perasaan
feeling love of my life
Merasakan cinta dalam hidupku

and missing friends of my time

Dan merindukan sahabat-sahabat dalam waktuku

I Wish i’d have them all

Aku berharap, aku akan memliki mereka semua

Senin, 23 Desember 2019

GENKI DE IMASU KA?



GENKI DE IMASU KA?
Apakah kabarmu baik-baik saja?
DAIJJI NA HITO WA DEKIMASHITA KA?
Apakah kau punya seseorang yang berharga?
ITSUKA YUME WA KANAIMASU KA?
Apakah mimpimu ketika itu telah tercapai?
KONO MICHI NO SAKI DE
Di ujung jalan ini
          OBOETE IMASU KA?
Apakah kau mengingatnya?
YURERU MUBINO ANO YUUBAE
Cahaya senja itu, yang terpancar di dekat telinga
CHIHEISEN TSUDZUKU SORA WO SAGASHI TSUDUKETEITA
Kau terus mencari horizon yang berlanjut hingga ke langit itu
Reff :
ASU WO EGAKOU TO MOGAKI NAGARA
Sementara berjuang dan melukiskan masa depan
IMA YUME NO NAKA E
Sekarang aku mengejar mimpiku
KATACHI NAI MONO NO KAGAYAKI WO
Cahaya dari sesuatu yang tak berbentuk
SOTTO SOTTO DAKISHIMETE
Aku pun memeluknya dengan lembut
SUSUMU NO
Dan terus maju
                WARATTE IMASU KA?
                Apakah kau dapat tersenyum?
                ANO HI NO YOU NI MUJAKINA ME DE
                Dengan mata yang jernih seperti di hari itu
                SAMUI YORU MO AME NO ASA MO KITTO ATTA DESHOU
                Malam yang dingin dan pagi yang hujan pasti akan berlalu, iya kan?
FURUSATO NO MACHI WA
Kampung halaman itu pasti
KAERU BASHO NARA KOKO NI ARU TO
Merupakan tempat untuk kembali lagi
ITSUDATTE KAWARAZU NI ANATA WO MATTEIRU
Dan akan menunggumu tanpa pernah berubah
                Reff :
ASU WO EGAKOU KOTO WO YAMENAIDE
Aku takkan pernah berhenti melukiskan masa depan
IMA YUME NO NAKA E
Sekarang aku mengejar mimpiku
TAISETSUNA HITO NO NUKUMORI WO
Kehangatan dari seseorang yang berharga
ZUTTO ZUTTO WASUREZU NI
Aku akan selalu mengingatnya
SUSUMU NO
Dan terus maju
                HITO WA MAYOI NAGARA YURE NAGARA
                Ketika manusia bingung dan ketakutan
                ARUITE YUKU
                Mereka akan terus berjalan
                NIDOTONAI TOKI NO KAGAYAKI WOO
                Cahaya yang tak dapat kembali
                MITSUMETEITAI
                Kuingin terus melihatnya

Tidak sengaja aku menemukan sebuah lagu dengan judul A Shita E No Tagami dari youtube. Dan pas aku baca arti liriknya sangat pas sekali dengan apa yang aku rasakan pada seseorang. Berulang kali ingin aku bagikan link lagu tersebut kepadanya, namun niat itu aku urungkan pula dengan susah payah berulang kali. Maka aku memilih untuk menuliskan pada blog ku ini. Sekarang, dan sudah begitu lama aku tidak bisa lagi secara mudah menghubunginya. Ada batasan dan dinding yang telah aku buat yang telah begitu lama meski terdengar dan terkesan tega dan menggores luka, tapi aku percaya bahwa ini semua untuk kebaikan kami semua. Karena walau pahit dan perih, tuntunan dan perintah dari Allah adalah mutlak dan insya Allah ku yakin akan berbuah manis pada waktunya. Intinya aku selalu merasa bersyukur karena Allah memberikan kami keadaan seperti ini sekarang, karena insya Allah kelak Allah akan pilihkan yang terbaik untuk semua hamba-Nya. Meski banyak yang berkata, mengapa harus begitu jika ada pilihan kata “menunggu”. Aku tidak pernah ingin memberikan sebuah pemanis dan penawar hati dengan dalih “menunggu”, karena jika demikian akhir dari menunggu itu akan menjadi suatu tuntutan bagi seseorang yang telah dijanjikan akan ditunggu. Baik itu hasilnya membahagiakan ataupun sebaliknya. Karena hakikatnya menunggu itu memang adalah fitrah kami sebagai kaum perempuan, tapi aku tak ingin mengikat atau diikat dengan kata menunggu. Biar Allah saja yang ikat dan genggam hati kami. Kami menunggu dengan berusaha dan berdo’a selalu. Allah akan selalu memberikan jalan yang terbaik kepada hamba-hambaNya. Ku yakin itu, insya Allah. Dan kenapa harus aku tulis ini juga pada akhirnya? Karena aku ingin mengungkapkan tanpa menggoyahkan dinding yang juga telah ia buat. Aku hanya sekedar ingin menyatakan bahwa aku bersyukur atas setiap apa yang telah Allah tuliskan untuk ku, termasuk diantaranya adalah kehadirannya. Sahabat matahariku yang sangat ingin kusapa berulang kali, tapi kembali kuurungkan. Entah sampai batas mana waktu dan jarak akan bertemu. Entah menjadi sebagai apa antara aku dan dirinya kelak. Semoga Allah selalu melindungi kita semua, aamiin…

Senin, 25 November 2019

DUNIA GURU DAN SISWA




Ada getar rasa syukur yang menyesap dalam hati, mana kala mampu Allah berikan kesempatan untuk dapat bercengkrama hampir di setiap hari bersama para wajah yang masih begitu murni. Aku percaya bahwa menjadi seorang guru bukan sekedar profesi, bukan sekedar untuk ilmu dibagi, akan tetapi lebih dalam karena setiap waktu kami dapat bersama. Dapat saling memiliki keterikatan batin yang ada.

Tidak ada siswa yang nakal, tidak ada siswa yang tidak pandai. Hanya kami sebagai guru yang belum mampu memenukan cara yang tepat untuk memunculkan mutiara bakat dalam diri mereka. Tidak ada guru yang galak, tidak ada guru yang sempurna, hanya siswa terkadang masih begitu terlena dengan godaan-godaan dan kenakalan sikap masa remaja.

Bersyukur selalu atas lingkungan yang Allah pilih sebagai duniaku mengabdi adalah berada di tengah-tengah mereka. Aku yang terus menerima banyak kasih sayang dan do’a dari mereka, insya Allah akan senantiasa belajar memperbaiki cara mendidik dan mengajar. Aku ingin dapat menuntun dengan menggenggam tangan mereka, mengajak mereka agar mau membuka pikiran dan mencoba melangkah ke depan dalam memilih jalan yang menuju kebaikan.

Teruntuk siswa-siswi ibu dimanapun berada, maafkan ibu yang masih banyak khilap dan salah. Maafkan ibu yang belum sepenuhnya dapat mengerti dan memahami cara agar kalian paham dan nyaman belajar. Maafkan jika masih terdengar nada tegas nan keras, yang mungkin secara langsung atau tidak langsung menggores hati kalian. Dalam hati ibu tidak pernah sekalipun ibu bermaksud untuk membeda-bedakan apalagi membuat penilaian golongan-golongan anak yang pandai dan belum pandai. Ibu menyayangi setiap kalian dengan keunikan kalian masing-masing. Ibu menyayangi kalian dan mencoba ingin agar keunikan itu tetap menuju kebaikan dan menuju keberhasilan kalian dalam akhlak, Ilmu, iman dan amal. Setiap salam yang kalian ucapkan adalah do’a bagi setiap keselamatan dan keberhasilan dalam hidup ibu. Semua kasih sayang dan ketulusan kalian, semoga Allah jadikan jalan agar mudahnya menyerap ilmu dan memupuk akhlak yang mulia sehingga kalian menjadi generasi penerus bangsa yang bukan hanya cerdas di bidangnya, tetapi juga dapat berkepribadian yang baik.

Terimakasih atas banyak ucapan terimakasih dan do’a yang telah kalian haturkan siswa-siswi ku tersayang 😊

                                   Dari guru yang masih terus belajar: Vita Oktaviani

SELAMAT HARI GURU NASIONAL KE-74

Semoga selalu Allah berikan keberkahan kepada semua guru-guru kami, aamiin :)

#penggerakkemajuanbangsa

Sabtu, 07 September 2019

Sepenggal cerita



Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah… Segala puji bagi Allah yang senantiasa melimpahkan kasih sayang-Nya kepada kita semua.

Segala apa yang telah terjadi dalam mozaik kehidupanku, begitu unik dan penuh rasa. Sempat seperti roller coaster yang membuat ku dan sahabat-sahabatku pernah merasakan ada di titik tertinggi dengan penuh kepercayaan diri dan keoptimismean dan pernah ada di titik terendah yang paling bawah dengan membuat merasa paling bingung dan gelap. Dalam beberapa waktu yang terbilang padat, muncul seolah logika yang menyatakan ketidak mungkinan. Namun kuasa Allah dan pertolonganNya yang tidak dibatasi oleh logika manusia, mampu menyelamatkan dan membuat kami mampu menyelesaikan momen roller coaster itu. Allah gantikan semua rasa jungkir balik itu dengan begitu indah dan manisnya perasaan yang tercipta di dalam hati dan senyuman. Tak terbilang berapa tetes air mata yang pernah  terjatuh, akibat berbagai rasa negatif seperti cemas, takut, lelah, sedih, bingung, buntu, kesal dan marah pada diri sendiri. Semua rasa negatif itu tercipta kusadari akibat kemalasan dan kebuntuan kami yang terus kami turuti dulu kala waktu masih berjalan dengan wajarnya. Ketika terjepit barulah semakin kami sadar, bahwa tidak ada lagi waktu. Persimpangan telah nyata, dan kami harus membuat keputusan. Lanjut dengan segala kerja keras dan do’a lebih dari yang lainnya, atau mundur  dengan cara diam dan lari dari kenyataan. Alhamdulilah, hanya dengan rahmatNya lah dan berkat do’a-do’a dari hati-hati yang baik, dari orang-orang tersayang, Allah mampukan kami dan menuntun kami untuk menepuh jalan yang terbaik, jalan maju terus. Kami yang tiada daya dan upaya selain daya dan upaya dari Allah, terus melaju hingga mencapai jalan terang yang bercahaya walau terjal dan tertatih. Lalu terbitlah begitu banyak dukungan dan pertolongan dari kondisi maupun orang-orang di sekitar kami. Membuat dan memberi begitu banyak arti yang coba kami pahami dan maknai. Sungguh sangat terasa bahwa tesis bukan sekedar usaha dari diri sendiri dan bukan hanya tentang akademik, lebih dari itu, banyak sekali momen dan tantangan yang hanya dapat dilalui dengan pertolongan Allah, melalui begitu banyak pintu dan cara yang istimewa yang Allah berikan, yang membuat kami sebagai manusia tercengang dan amat semakin menyadari, Maha Baik Allah kepada kami semua.  Alhamdulillahirobbil ‘alamiin…

Semoga segala yang telah kami lalui dapat Allah berkahi. Semoga Allah meridhoi kami selalu dan semoga Allah kuatkan serta tuntun kami selalu untuk dapat menunaikan amanah ilmu ini sehingga berkah dan manfaat bagi sesama dan semesta. Semoga Allah menjadikan kami orang yang rendah hati, yang tidak silau dengan gelar dan kedudukan, selalu diberikan rasa haus untuk menuntun ilmu demi mengamalkannya di jalan-Nya. Sehingga kelak kami dapat kembali kepada-Nya dengan kesyukuran karena amanah yang telah tuntas kami tunaikan, aamiin ya Allah ya robbal ‘alamiin…

          ket foto 1: setelah sidang tahap 2 bersama kedua pembimbing dan kedua penguji
                                            ket foto 2 : anak-anak papih Parlin :D
                                             ket foto 3: para pejuang free spp :D
                                                  ket foto 4 : kita lagi :D
                                           ket foto 5 : angel jica nya bagus :D
                         ket foto 6: menolak tua, selebrasi di gedung pasca, hehe



30 Agustus 2019, diantara momen dalam hidup dimana amanat tersematkan, semoga amanah, aamiin...

                                                     by : VT_Oktha